Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeMuNgKin gA' mUnGkin , sEmuA munGkIn TeRjAdi.Jan 12, 2008

TERIMA KASIH.., BATUJAYA KU, UNTUK BUDAYA,... ALAM,... DAN DESA,..MU.

candi-jiwa

JANGAN SALAH PAHAM DULU... Sob..!! BACA DULU sampai habis, baru kamu tau...!? Segaran - Batujaya - Karawang.


Sebelumnya kenalan dulu nh .!?, biar kita lebih akrab, Y’ seandainya gw punya salah gw mohon ma’af..! eeeh, Nama gw ga usah ketik aj.. ok!! Yang jelas gw lahir dan tinggal di Karawang… apa perlu gw tulis juga alamat tempat tinggal gw atau rumah gw.. wlah,.udah langsung aj.. ntar u juga tau, gw cerita yg gw tau aj, jadi mohon ma'af klo da yg salah.. cerita’ya tentang SEGARAN-BATUJAYA-KARAWANG, dari gw masih kecil dan gw mulai berpikir apa arti kehidupan ini.. beehh Serem nih.., yahh Karawang..!!?.

Semenjak gw mulai merasa dewasa hari-2 gw tuh yang namanya berpergian slalu aktip.. antara Karawang-Jakarta-Tangerang-Bogor-Bekasi-Depok juga.. behhhh udah kayak jurusn Bus antar kota.wkwkwkwk.. Y’ gw tinggal di antara kota2 itu.. dari skian banyak temen2 gw dari perantau sampai pribumi’ya juga slalu berkata tentang karawang… emng’y ada apa ya' di karawang.!!?? Uhgg temn2 gw ada yg bilang di Karawang banyak perguruan orang2 sakti+jablay, goyang Karawang, sinden, Jaipongan.. Lumbung padi Indonesia, trus ada yg Cuma tau tentang cerita Karawang-Bekasi sama cerita Soekarno dan Rengasdengklok , ada yg juga bilang karawang kebanjiran dan kelaparan padahal lumbung padi..smapai temen perantauan gw ada yang pernah bilang juga karawang bakalan jadi Ibu kota Pemerintahan Indonesia pengganti Jakarta… behh, bener ga ‘ya,.. wahh bohong tuh temen gw.. trus akhir2 ini tentang adanya candi-2 batujaya, dan trus gosip’ya skarang ini karawang akan di bangun galeri Nusantara oleh SBY dan Raja/Sultan2 Indonesia.

Pernah juga temen gw bilang karawang orangnya Edan2.. yang unix lgi orng bilang karawang bahasa/adat/budya dan logatnya Sunda, tapi ada juga yang Betawi, Melayu dan Jawa,.. Waaalah Edan, apa perlu gw kasi nama KARAWANG EDAN. Kaayaknya cukup unix dan keren tuh.. sbenarnya gw juga ga tau banyak cerita tentang tanah kelahiran gw ini, karena udah terlalu banyak orang berkata tentang karawang. ya’ jadi terpaksa gw ketik di sini..

Trus..!! wudahhlah terlalu banyak temen gw yg bilang tentang Karawang, akhirnya gw putisin dan berpikir cari tau tenang karawang yang tepatnya di daerah batujaya, pertama2 gw Tanya sama nenek2 yang paling tua di tempat itu..

Nek, kenapa kampung ini di sbut batujaya,..? yah, sejak nenek masih kecil juga nama kampung ini udah batujaya,…klo soal unur yang sekarang jadi candi jiwa emng udah ada dari nenek masih kecil bahkan orang tua nenek masih kecil juga udah ada yang dulu tempat gembala kambing.

ya’ mungkin klo kita pikir lagi dengan logika semuanya ada makna dan maksud2 tertentu dengan adanya candi2 disegaran batujaya. Yang katanya dri zaman kerajaan tarumanegara, ada juga yang bilang dari tahun satu sampai dengan seratus masehi… bisa jadi sebelum adanya Indonesia, eheheheeh..!! tapi, kenapa baru di ketemukan tahun 1984.. sebanrnya sewaktu gw masih kecil yang namanya unur atau bukit2 kecil yang sekarang jadi candi jiwa dan blandongan itu tempat gw mencari Tikus, sempat gw berkata “kenapa ditengah dan hamparan sawah ini ada bukit2 kecil, dan banyak batu padahal kan tidak ada sejenis bangunan apapun?” mungkin akibat tidak pedulinya manusia akan budaya dan alam, lingkungan sekitarnya.. padahalkan itu suatu asset Negara dan wisata budaya, sejarah peninggalan orang sebelum kita.. yang harus di jaga dan dilestarikan… mungkin klo bicara soal agama itu masing 2 kepercayaannya.

Sebenarnya nama2 desa/kampung yang ada di batujaya ada sebuah maknanya dari situs candi dan sebuah kerajaan terlebih dahulu.. seperti : kampong Rawa, Segaran I Segaran II Segaran III Segaran IV Segaran V, Talagajaya I Talagajaya II Talagajaya III Talagajaya IV Talagajaya V, Kampung Sumur dan yang dekat sekitarnya…

Jadi kesimpulanya , mungkin gk munkin.. percaya ga percaya.. sedikit mengerti dan pahami bahwa di KARAWANG – BATUJAYA, Awal pertama dan terjadinya sebuah kerajaan, kepercayaan/agama, adat istiadat,suku budaya dan Seni yang ada di INDONESIA sebelum tempat2 lain yang ada di Indonesia. Bisa jadi, boleh jadi mungkin orang tua seblum kita seperti kakek,nenek,bunyut,encang, encing, e’nya, babeh ga ada yang tau tentang adanya candi jiwa batujaya mungkin lampu atau obor yang pertama udah mati dan belum sempat cerita kepada orang tua kita, prasastinya udah terkikis olah Zaman atau mungkin buku sejarahnya kebakar… eheheehhhe!!!?

OK, sob…! Se’tau gw kayak gtuh, bisa jadi kayak gtuh,mungkin jadi kayak gituh ceritanya,…. Seblumnya dan sesudahnya gw mohon ma’af apabila ketikan gw ada yang salah dan tidak dimengerti.. yang penting saling percaya dan tidak saling menyakiti satu sama lainya..yuppp!! salam sastra, budaya dan agama dan tidak saling ganggu. OK..!!


candi blandongan

::: Segaran - Batujaya :::

Batujaya adalah sebuah desa di tepi Sungai Citarum, sekitar 20 km di sebelah barat laut kota Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Batujaya hanya 20 km dari Ujung Karawang - tempat bermuaranya Sungai Citarum di Laut Jawa yang membentuk delta. Sekitar 25 km ke sebelah timur, terdapat kampung Cibuaya - sebuah kampung yang di kalangan para ahli arkeologi terkenal sebab di dalamnya terdapat situs Cibuaya yang menyingkapkan artefak-artefak penting pra-sejarah (Neolitikum) Jawa Barat dan Indonesia. Cibuaya terletak 5 km dari tepi pantai. Dulu, mungkin Batujaya dan Cibuaya terletak di tepi pantai, sedimentasi Kuarter di wilayah ini sangat aktif.


Batujaya sekarang terletak di tengah hamparan sawah. Telah 22 tahun situs ini digali dan dipelajari para ahli arkeologi Indonesia dan mancanegara. Situs ini pertama kali diketahui tahun 1984, semula berupa bukit-bukit kecil di tengah sawah, penduduk setempat menyebutnya unur-unur (bukit-bukit kecil). Sekarang tak ada lagi bukit-bukit tetapi candi-candi hasil rekonstruksi dan lubang-lubang parit dan terbuka galian para archaeologists.

Hasan Djafar, ahli arkeologi UI, kepala tim penggalian situs Batujaya, menerangkan dengan runtut penemuan situs ini. Penggalian yang telah berlangsung selama 22 tahun ini telah menghasilkan banyak penemuan artefak : bongkah2 bata merah yang kemudian bisa direkonstruksi menjadi candi-candi yang cukup besar, tembikar-tembikar, manik-manik, tablet-tablet tanah liat dan yang mengejutkan dan baru ditemukan tahun 2006 ini (terutama Juli 2006) adalah penemuan puluhan kerangka manusia yang masih utuh dari tengkorak sampai tapak kaki.

Dua orang perempuan ahli arkeologi berkebangsaan Prancis dan Belanda khusus datang ke situs ini untuk mengekskavasi kerangka-kerangka di situs Batujaya, mengambil beberapa sampel tulang dan gigi dan akan melakukan penelitian DNA atas fosil tulang dan gigi guna mendapatkan data karakteristik ragawi yang lebih lengkap. Metode terbaru dalam arkeologi adalah bahwa pengambilan spesimen fosil suatu ras manusia harus dilakukan oleh ahli arkeologi dari ras yang berlainan. Mungkin, ini untuk menghindarkan kontaminasi saat pengambilan sampel. Karena kerangka manusia di Batujaya diperkirakan dari ras Indonesia, yaitu Mongolid, maka yang mengambil sampel adalah orang2 dari ras Eropa (Kaukasoid). Penelitian lebih dari 20 tahun ini tentu telah menghasilkan beberapa kesimpulan sementara, yaitu : (1) situs ini berumur di ambang pra-sejarah dan sejarah Indonesia (abad ke-4 dan ke-5 Masehi, saat ini batas pra-sejarah dan sejarah Indonesia adalah tahun 400 Masehi), (2) Candi Batujaya terbuat dari batamerah dan mempunyai ciri-ciri candi Budha, (3) tembikar dan manik-manik yang ditemukan adalah dari masa Neolitikum, (4) votive tablets (semacam meterai) dari tanah liat bakar bertuliskan tulisan pendek dalam aksara Palawa. Keberadaan Candi Batujaya meruntuhkan mitos bahwa di Jawa Barat tidak ada candi lain selain Candi Cangkuang (candi Syiwa) di Leles Garut. Candi Batujaya justru adalah candi yang paling tua di tanah Jawa yang berasal dari abad ke-4 atau ke-5. Juga, Candi Batujaya ini meruntuhkan mitos bahwa candi-candi yang berumur lebih mudalah yang dibangun dari bata merah setelah candi yang lebih tua dibangun dari batuan gunung (andesitik) (model candi Jawa Tengah ke Jawa Timur). Aksara di tablet2 tanahliat yang ditemukan di Batujaya sama dengan aksara yang dipakai pada prasasti-prasasti Tarumanagara yang ditemukan lebih tersebar di daerah Jawa Barat. Bagaimana hubungan Batujaya dengan Tarumanegara dan juga kerajaan-kerajaan Sunda sesudahnya (Galuh, Sunda, Pajajaran). Penanggalan absolut dan posisi stratigrafik situs Batujaya dan situs2 lainnya di Jawa Barat akan menjawab hal ini. Bagaimana pula hubungannya dengan pengaruh pedagang-pedagang India beragama Hindu dan Budha adalah persoalan tersendiri yang harus dijawab. Penggalian dan penelitian di Situs Batujaya masih terus berlangsung, analisis laboratorium atas sampel-sampel artefak dan fosil dari Batujaya masih terus dilakukan. Data hasil analisis DNA pada kerangka2 manusia yang ditemukan di situs ini nanti akan mengungkapkan banyak fakta. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan dapat mendengar hasilnya.

Situs Batujaya begitu pentingnya buat prasejarah dan awal sejarah bangsa Indonesia. Dan, situs Batujaya menghadirkan artefak dan kerangka manusia yang begitu lengkapnya, tak pernah dalam sejarah arkeologi ditemukan artefak dan kerangka manusia pembuatnya dalam satu tempat secara sangat lengkap.


Dari segi kualitas, candi di situs Batujaya tidaklah utuh secara umum sebagaimana layaknya sebagian besar bangunan candi. Bangunan-bangunan candi tersebut ditemukan hanya di bagian kaki atau dasar bangunan, kecuali sisa bangunan di situs Candi Blandongan.


Candi-candi yang sebagian besar masih berada di dalam tanah berbentuk gundukan bukit (juga disebut sebagai unur ). Candi yang ditemukan di situs ini seperti candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukkan bentuk seperti bunga padma (bunga teratai). Pada bagian tengahnya terdapat denah struktur melingkar yang sepertinya adalah bekas stupa atau lapik patung Buddha. Pada candi ini tidak ditemukan tangga, sehingga wujudnya mirip dengan stupa atau arca Buddha di atas bunga teratai yang sedang berbunga mekar dan terapung di atas air. Bentuk seperti ini adalah unik dan belum pernah ditemukan di Indonesia. Bangunan candi Jiwa tidak terbuat dari batu, namun dari lempengan-lempengan batu bata. SEBUAH bangunan berbentuk bujur sangkar dari batu bata terlihat menonjol di antara hamparan padi berwarna hijau kekuning-kuningan di tengah sawah Desa Telagajaya, Kecamatan Batujaya, Karawang, Jawa Barat. Bagi masyarakat awam, bangunan berukuran 19 meter x 19 meter berpagar besi itu tak ubahnya candi biasa seperti di banyak daerah di Indonesia. Padahal, "penampakan" Candi Jiwa-begitu warga desa setempat menyebut bangunan itu-bisa jadi akan menguak sejarah penting kehidupan masyarakat Jawa Barat sekitar abad kelima atau keenam masehi.


Kawasan situs itu sementara ini menjadi peninggalan tertua yang memiliki areal situs terbesar di Tanah Air. Dikatakan terbesar, sebab Candi Jiwa tak sendirian di tengah sawah tersebut. Di sekelilingnya terdapat situs-situs lain dalam radius lima kilometer yang diperkirakan dibangun pada abad yang sama, yakni sekitar abad kelima masehi. Sebenarnya ada kawasan situs di Jambi yang lebih besar, tetapi bangunan di sana jauh lebih muda, yaitu abad ke-16.


Dibandingkan situs lain, letak Candi Jiwa paling dekat dengan jalan desa dan perkampungan warga hanya berjarak sekitar 500 meter. Namun, jarak candi dengan situs lainnya bervariasi. Ada yang hanya 500 meter, tetapi ada juga sampai 2 kilometeran. Kalaupun Candi Jiwa amat mudah dijangkau, itu disebabkan pemerintah membangun jalan semen selebar satu meter dari kampung membelah sawah menuju candi. Sedangkan untuk mencapai situs lain, orang masih harus melewati pematang sawah.
Hasil penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, Universitas Tarumanegara Jakarta, dan Universitas Indonesia sejak tahun 1984 sampai 2003 menunjukkan, Candi Jiwa hanya satu dari 20-an candi di Desa Segaran dan Telagajaya di Batujaya itu. Dibanding candi lain, Candi Jiwa agak unik. Tak ada ruangan atau tangga ke bagian atas candi, namun batu bata berbentuk bunga padma menutup penuh bagian atas bangunan itu.

"Bunga Padma adalah lambang dari agama Buddha," jelas Soeroso MP, pejabat pada Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional. Ia tercatat sebagai salah satu dari sekian peneliti situs Batujaya yang akhirnya menjadi tesisnya saat mengambil master di Universitas Indonesia.
SEBARAN situs Batujaya ada dalam radius sekitar lima kilometer, tetapi keterbatasan dana membuat belum banyak hal terkuak dari sana. Pemerintah kini sedang merekonstruksi Candi Blandongan yang terletak sekitar 500 meter dari Candi Jiwa. Sementara di sekelilingnya masih banyak unur (sisa reruntuhan candi berbentuk gundukan tanah) yang ternyata menyimpan bukti sejarah seperti candi.
Dengan menggandeng Ecole Francaise D'extreme-Orient (Efeo), sebuah lembaga penelitian di bidang arkeologi dari Perancis, langkah penggalian pun dilanjutkan ke situs dan unur lain, misalnya situs Blandongan, situs Serut yang terletak di tanah milik Ale, penduduk di Desa Telagabunyi, dan unur silinder.
Sementara ini, menurut Dr Pierre-Yves Manguin dari Efeo dan Soeroso, belum ada hal yang bisa disimpulkan dari serakan lebih dari 20 situs Batujaya. "Dari temuan barang seperti gerabah sebenarnya ada petunjuk bahwa di sana dulu sudah ada kehidupan. Kira-kira pada abad kelima atau keenam," urai Manguin. Temuan itu, tambah Soeroso, berupa manik-manik, gerabah, dan stempel berbentuk stupa yang menguatkan dugaan pada saat itu sudah berkembang agama Buddha.
Soal keberadaan situs Batujaya terkait dengan kerajaan Taruma Negara, kedua peneliti menyatakan ada kemungkinan, namun sampai sekarang letak pasti kerajaan Taruma Negara sendiri belum jelas.
Pierre Manguin menyatakan, perlu penggalian dan penelitian secara teliti sampai sekitar 10 tahun untuk menguak rahasia yang masih tersimpan di situs-situs tersebut. Ia menunjuk keberadaan Sungai Citarum di bagian barat situs besar kemungkinan berkait dengan rangkaian candi-candi Buddha di Batujaya.

Terdapat 17 unur pada lokasi ini, satu diantaranya sudah selesai di ekskavasi yakni Candi Jiwa , sedangkan yang dalam tahap ekskavasi hingga artikel ini dibuat dinamakan Candi Blandongan . Unur-unur lain benar-benar masih dalam bentuk gundukan tanah, beberapa diantaranya telah meiliki nama: Serut, Gundul, Damar, Batu Lingga, Lingga dan Lempeng. Kesengajaan membiarkan candi-candi tersebut masih dalam gundukan tanah atau unur, diakrenakan untuk terhindar dari pencurian/perampokan benda-benda cagar budaya oleh masayarakat. Dengan membiarkannya dalam bentuk gundukan tanah, setidaknya akan mempersulit seseorang untuk mengambil benda-benda cagar budaya, karena harus menggali terlebih dahulu.
Selain dalam bentuk candi juga ditemukan pula sebuah sumur tua yang lokasinya tidak jauh dari lokasi Candi Blandongan dan sudah dinaungi cungkup diatasnya. Dibagian lain juga ditemukan sebuah batu pipih besar yang diperkirakan akan dipakai sebagai tempat penulisan prasasasti, namun entah karena faktor apa hingga kini tidak ada satu tulisanpun yang terukir dibatu tersebut. Dugaan yang timbul, mungkin telah terjadi bencana alam atau peperangan, sehingga batu pipih tersebut masih polos dari prasasti/tulisan.

Nama Candi Jiwa diberikan penduduk karena setiap kali mereka menambatkan kambing gembalaannya di atas reruntuhan candi tersebut, ternak tersebut mati. Sedangkan nama Blandongan diambil dari dialek setempat yang identik dengan pendopo, dikarenakan lokasi candi tersebut berada sering dijadikan tempat peristirahatan seusai menggembalakan ternak.

Berbeda dengan candi Blandongan, pada candi Jiwa praktis tidak ditemukan sama sekali adanya pintu masuk kebagian tengah candi. Susunan batu bata yang berbentuk gelombang pada bagian atasnya diperkirakan merupakan bagian dari relief bunga teratai. Dugaan awal pada bagian atas Candi Jiwa ini terdapat patung Budha berukuran besar yang duduk diatas bunga teratai.
Disamping temuan-temuan batu-batuan pembentuk candi juga ditemukan fragmen tulang-belulang manusia dan binatang, gerabah, dan kerang-kerang laut kuno. Temuan paling penting dalam ekskavasi yang dilakukan antara lain fragmen cermin perunggu, fragmen sangkha emas, fragmen votive tablet berelief Buddha yang diapit Boddhisatwa. Di atasnya duduk tiga Tathagatha, sedangkan di bagian bawah terdapat inskripsi dengan huruf Jawa Kuno.
soal candi Budha, stupa, tempat penguburan dan prasasti. Dari huruf Pallawa Prasasti diperkirakan berasal dari abad ke 5.
Tetapi dari test karbon ada yang berasal dari tahun 140 sampai 400.

proses candi blandongan

::: Pakar Arkeologi Indonesia mengatakan :::


Pakar arkeologi Indonesia mengatakan, Situs Batujaya menggunakan material bata pada abad ke-5 Masehi, berdasar analisis pertanggalan Radiocarbon Dating C-14, analisa bentuk paleografi, analisis sumber-sumber berita Cina dan prasasti terkait masa Kerajaan Tarumanegara. Jadi, bata di Batujaya bisa lebih tua dari batu candi2 di Indonesia. Membuat bata lebih sulit daripada memahat batu. Penguasaan teknologi pembuatan bata, dari sejak pemilihan jenis tanah, bentuk, ukuran dan pembakarannya, apalagi awet sampai hari ini, menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi. Bata berukuran 41 x 22 x 7 cm diolah sangat baik ; keras, bercampur ( temper ) pasir, kulit padi ( sekam ) dan dibakar sempurna. Dari mana mereka belajar teknologi ini ? Bukankah masa itu di nusantara tak ada bangunan dari bata ?
Kunci jawaban ada di “Budaya Buni”. Buni nama daerah di Babelan, Bekasi. Tahun 1958, seorang warga Buni, Dogol membuat kalenan ( selokan ) dari sungai Bekasi ke sawahnya, cangkulnya mengenai tengkorak manusia. Hii.. Jasadnya bertabur pecahan gerabah dan artefak. Tembikar Buni memiliki bentuk, teknologi dan pola hias yang spesifik. Situs Buni berasal dari masa perundagian, setingkat masa bercocok tanam, dengan subsistensi antara pertanian dan menangkap ikan. Ada kesinambungan dari prasejarah ( masa awal bercocok tanam ) ke masa Klasik ( Hindu-Budha ). Batujaya merupakan daerah penting masa Klasik juga pilihan perumahan, peribadatan masa prasejarah. Ditemukan batu datar, dolmen, batu bergores, dsb.


candi segaran

:::Karawang = Kawasan Konservasi Strategis Nasional :::


Dari situs Buni ( kerangka manusia dalam gerabah, bersama benda kuburnya ) terlihat kompleks kebudayaan yang luas, mencakup pantura Jabar, aliran sungai Cisadane, Ciliwung, Bekasi, Citarum dan Cipagare, dengan sebaran Tangerang ( situs Serpong, Curug dan Mauk ), Bekasi ( situs Buni, Kerangkeng, Puloglatik, Pulo Rengas, Kedungringin, Bulaktemu, Rawa Manembe, Batujaya dan Tugu ) dan Rengasdengklok ( Babakan Pedes, Tegalkunir, Kampung Krajan, Pulo Klapa, Cibutek, Kebakkendal, Karangjati dan Cilogo ).
Atas penemuan kolosal yang menggemparkan arkeolog nusantara dan internasional, pemerintah pusat menetapkan Karawang sebagai Kawasan Konservasi Strategis Nasional ( KSN ). Tahun ini, pemerintah Karawang dipercaya menata Situs Batujaya, lengkap dengan area parkir, gapura, panggung seni, auditorium, penelitian, serta sarana lainnya. Anggarannya dari APBD provinsi Jabar dan APBD Karawang. Penelitian, pemugaran dan penataan situs Batujaya melibatkan Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala ( Direktorat Peninggalan Purbakala ), Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jurusan Arkeolog FIB UI, beberapa lembaga penelitian dan teknis lain.
Jawa Barat garing. Dada anda sesak disentil begitu ? Cibiran ini khusus percandian, di mana provinsi gemah ripah loh jinawi ini belum punya temuan arkeologis yang monumental. Kalau soal ini, memang kita akui dan terpaksa manggut2 ( dengan hati gundah ). Tapi, Allah tak ingin kita berlama-lama ‘dirundung malu’. Jawa Tengah punya Borobudur dan Prambanan. Jawa Timur punya situs Majapahit ( Situs Trowulan disayangkan penataannya tidak memperhatikan khazanah arkeologis ) . Jawa Barat, sejak tahun 1985 punya situs Tarumanegara. 45 km dari Karawang Kota. Masih di areal persawahan, tepatnya di Desa Segaran, kecamatan Batujaya, dan Desa Teluk Buyung serta Telagajaya di Kecamatan Pakisjaya, kabupaten Karawang. Situs Batujaya.
Nggak tanggung-tanggung 24 candi sekaligus. Itu baru di permukaan, belum yang di bawah permukaan. Bisa jadi yang terbesar di Asia Tenggara. ( kalau sabar, Allah takkan menyia-nyiakan kesabaran itu, kan ? Dihadiah full packed : candi, gerabah kuno, kerangka prasejarah, keramik, dll.). Situs Batujaya telah teridentifikasi 30 unur dengan luas sekitar 5 kilometer persegi. Dahulu di sepanjang pesisir Karawang berjejer bangunan tertua di Indonesia. Abad 4 Masehi. Warisan kerajaan Budha kuno, Tarumanegara.

candi sumur

::: Kerangka prasejarah dan ‘budaya Buni’ penghubung Srilangka & India. Bali ? :::


Masyarakat Sunda kuno pendukung tradisi prasejarah gerabah Buni, diduga sudah kontak dengan India, Srilangka dan Bali ( Situs Sembiran ) sejak awal Masehi. Dengan X-ray Diofraction ( XRD ), gerabah2 tsb mirip dengan gerabah di Situs Anuradhapura ( Srilangka ) dan Arikamedu ( India ). Tembikar Arikamedu mendapat pengaruh dari kebudayaan Buni. Gerabah di Candi Blandongan dibuat dari bahan setempat dengan teknologi dari persebaran “budaya Buni”.
Situs Batujaya berasal dari 2 tahap ; abad 5 – 7 M masa Kerajaan Tarumanagara dan abad 7 – 10 M dibawah pengaruh Sriwijaya yang menguasai Tatar Sunda ( tertuang dalam prasasti Rakryan Juru Penghambat/ Kebun Kopi II, tahun 932 M kekuasaan dikembalikan ke Raja Sunda ).
5 kerangka manusia akhir prasejarah ( sekitar abad ke-2 M ) yang ditemukan di pelataran Candi Blandongan akhir April lalu, akan diangkat oleh tim BP3 Serang. Dr.Johan Syarif, ahli kerangka dan tulang dari ITB yang akan menganalisis. Kerangka2 itu ditemukan ketika para pekerja sedang menggali / menelusuri struktur penghubung Candi Blandongan ke Candi Jiwa yang pertama kali ditemukan di kompleks situs Batujaya. 5 kerangka manusia dilengkapi bekal kubur dan 2 batu menhir berukuran 2,1 meter dan 2,2 meter ( jadi ingat komik Asterix dengan sahabatnya, Obelisk yang suka menggendong batu menhir ke mana2 ). Menurut Dedi Kusnadi, staf dokumentasi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala


.
Photo Album Segaran - Batu jaya Dec 13, 2010

DENAH LOKASI CANDI JIWA SEGARAN BATUJAYA
4 Photos

Pertanian - Segaran - Batujaya - Karawang
2 Photos

   View All
.
Blog EntrySITUS BATUJAYAFeb 5, 2011
Setahu Saya Rute/Denahnya  Seperti ini... ( Sebenarnya Unur-unurnya  Masih  Banyak  ) Klo ada yang Salah Mohon Ma'af.. OK !! .... more
Batujaya's favorite blog entries:
Feb 5-Rute Situs Batujaya
   View All
.
Musicrecording liveJul 30, 2011
.
ReviewReviewsMar 8, 2011
Thumbnail Citarum Idul Adha 1429 H:
Penyeberangan Tradisional Karawang-Bekasi

Sehari sebelum Lebaran Qurban, Idul Adha 1429 H, kemarin aku pulang kampung. Untuk sampai di kampungku, Desa Segaran, Batujaya, Karawang, aku biasa ambil rute bus Cikarang-... more
Previous reviews:
Apr 25-PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KARAWANG
Apr 25-HIBURAN & BERITA - KARAWANG CATEGORY
Apr 24-GERBANG INFORMASI KARAWANG
   View All
..
...
.

Batujaya

BATUJAYA - KARAWANG 41354